Belajar akhlak dari generasi salaf, generasi terbaik yang dimilki ummat ini

Total Tayangan Laman

Jumat, 18 Maret 2011

Thulaihah bin Khuwailid

Nama lengkapnya Thulaihah bin Khuwailid bin Naufal al-Asady. Beliau berasal dari dari bani Asad, yaitu suatu kabilah yang berada di antara Najd dan Furrat.

Pada tahun sembilan Hijriah, sekelompok orang utusan dari bani Asad, diantara mereka ada Thulaihah, datang kepada Rasulullah untuk menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah. Sejak itulah dirinya menjadi seorang muslim.
Hanya saja beliau keluar dari Islam (murtad) dan mendholimi diri sendiri. Bahkan sebelum wafatnya Rasulullah, beliau mengutus saudaranya, khoyala, untuk menemui Rasulullah untuk memberitahu bahwa dirinya juga seorang nabo. Akhirnya terjadilah antara orang- dengan umat Islam. Disitulah beliau dikalahkan.
Waktu itu Rasulullah mengutus Dhoror bin Azur al-Asady untuk menantang beliau. Kekuatan kelompok murtad semakin melemah dan tidak mampu melawan kaum muslimin.di tengah-tengah kekacauan itu Rasulullah menghadap sang Kholik, wafat. Keadaan ini membuat kelompok murtad semakain merajalela. Seakan-akan kesempatan emas untuk melancarkan ajaran untuk keluar dari Islam.
Abu bakar semakin bersemangat untuk memerangi kelompok murtad. Kematian Rasullah bukan semakin merisaukan, justru semakin tertantang untuk membela kebenaran ajaran Islam. Diutusnya Kholid bin Walid bersama lima ribu tentara untuk bertemu Thulaihah. Tentara kelompok Thulaihah jauh lebih banyak. Terjadilah pertempuran dahsyat di depan rumahnya. Kelompok murtad pimpinan Thulailah dapat dikalahkan. ‘Iyanah bin Hashn, tangan kanan Thulaihah, akhirnya mengakui kebohongan Thulailah bahwa dia bukan nabi. Thulaihah akhirnya melarikan diri bersama istri ke Syam.
Tidak beberapa lama terdengar kabar bahwa beliau sudah bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Sejak itu waktunya digunakan untuk menjadi seorang muslim yang benar. Pada masa kholifah Abu Bakar, beliau pun pergi ke Mekkah untuk melakukan umrah. Hanya saja beliau tidak menjumpai Abu Bakar karena merasa malu. Sebelum wafatnya, Abu Bakar berpesan agar beliau tidak dilibatkan dalam penaklukan. Setelah Umar bin Khottob menjadi kholifah, beliau diperkenankan untuk ikut dalam penaklukan hanya saja tidak dibolehkan untuk menjadi ketua dan memangku jabatan penting.
Firman Allah dalam surah at-Taubah; 11, “Sekiranya mereka bertaubat (orang-orang musyrik) dan mengerjakan sholat dan membayar zakat maka mereka adalah teman seagamamu. Dan kelak akan kami jelaskan ayat-ayat itu kepada kaum yang tahu.” Rasulullah bersabda, “Allah membentangkan tangga-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berbuat dosa di sian hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berbuat dosa di malam hari hinggga matahari terbit dari Barat.”(HR.Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar