Belajar akhlak dari generasi salaf, generasi terbaik yang dimilki ummat ini

Total Tayangan Halaman

Jumat, 18 Maret 2011

Abdullah bin Salam

Nama lengkapnya Abdullah bin Salam bin al-Harits al-Isroily. Biasa dipanggil Abu Yusuf. Dulunya pada masa namanya al-Hosin, kemudian setelah masuk Islam diganti oleh Rasulullah dengan nama Abdullah. Menurut pendapat Ibn Sa’ad bahwa beliau dari keturunan nabi Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim as. Dengan demikian beliau adalah keturunan dari bani Israil.

Beliau masuk Islam pada waktu Rasulullah berhijrah dan datang ke Madinah. Kononnya pada waktu Rasulullah datang ke Madinah, semua orang berlarian ingin melihatnya. Dan beliau termasuk diantara orang lari ingin melihat Rasul. Pada waktu beliau melihatnya beliau berkata bahwa di wajah Rasulullah tampak bukan pendusta. Kata-kata yang pertama kali beliau dengar dari Rasulullah adalah; “Wahai manusia, sebarkanlah salam,beri makan (kepada yang lapar), eratkan dan sambunglah hubungan keluarga, dirikan di malam hari ketika manusia semua tidur. Niscaya kalian akam masuk surga.”
Sebaimana diriwayatkan Basyr bin Syaghof dari Abdullah bin Salam bahwa beliau (Abdullah) ikut dalam penaklukan Nahawan di Persia. Dari Ibn Sirrin berkata bahwa suatu hari Abdullah bin Salam berkata; “jika perang itu datang. Saya tidak mempunyai kendaraan (kuda tunggangan) maka bawalah saya ke sana (beri tunggangan) hingga kelak nanti aku diletakkan di antara barisan.”
Pada waktu Rasulullah datang ke Madinah, Abdullah bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah, saya akan bertanya kepada Engkau tiga tanda yang tidak ada orang tahu kecuali nabi saja.” “Silahkan tanya?”kata Rasulullah. Beliau bertanya; “Apa tanda-tanda kiamat yang pertama, apa yang dimakan penghuni surga pertama kali dan dari mana seorang anak menyerupai ayah dan ibunya? Rasulullah menjawab; “Tanda-tanda kiamat yang pertama adalah api muncul dari timur yang mengiring manusia ke barat. Yang dimakan penghuni surga pertama kali adalah hati ikan hiu. Adapun penyerupaan anak kepada ayah atau ibu; jika membuahi/datang lebih dulu dari sel telur (mani wanita) maka akan keluar anak laki-laki. Dan jika sel telur membuahi/datang lebih dulu dari maka akan lahir anak perempuan.” Kemudian Abdullah berkata; “Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.” Abdullah bertanya lagi, “Wahai Rasul, Yahudi adalah kaum yang pendusta. Sekiranya meraka tahu tentang keislamanku niscaya mereka mendustakan aku mengenai dirimu. Oleh karena itu silahkan Engkau kirim utusan kepada mereka tanya tentang aku, Abdullah bin Salam itu gimana? Kemudian Rasulullah pun mengirim utusan kepada mereka. Utusan itu bertanya tentang Abdullah. Mereka menjawab; “Abdullah adalah orang yang paling baik, anak yang paling baik dan guru kami dan anak guru kami. Beliau juga orang yang paling tahu tentang agama kami dan anak dari orang yang paling tahu agama kami.” Utusan itu bertanya lagi, “Bagaimana pendapat kalian jika beliau masuk Islam, apakah kalian masuk juga?” Mereka menjawab; “Semoga Allah jauhkan kami darinya.” Tak lama kemudian Abdullah bin Salam keluar menuju ke hadapan mereka sambil mengucap dua syahadat.” Mendengar ucapan itu mereka menjawab; “Beliau adalah orang yang buruk dan anak yang paling buruk dari kami. Begitu juga orang yang bodoh dan anak orang bodoh dari kami.” Setelah itu Abdullah berkata; “Perkara inilah yang saya takutkan dari mereka.” “Wahai Rasul, bukankah saya sudah bagitahu bahwa mereka itu pendusta?” kata Abdullah.
Firman Allah dalam surah ar-Ro’ ayat 43; “Dialah orang yang tahu tentang ilmu kitab (ahli kitab)” turun kepadanya. Dan juga firman Allah dalam surah al-Ahqof 10; “Dia menjadi saksi dari Bani Israel (kebenaran Islam) atas orang-orang sepertinya kemudian beriman kepada Allah. Dan kebanyakan Bani Israel menyombongkan diri (tidak beriman).”
Mengenai sifat tawadhu’ dan rendah hati beliau diceritakan oleh Abdullah bin Handholah; “Suatu hari beliau ke pasar dengan membawa seikat kayu bakar. Ada seorang bertanya; “Bukankah Allah telah memberikan kecukupan padamu?” Beliau menjawab; “Benar, tapi saya ingin membuang kesombongan dalam hati. Saya mendengar Rasulullah bersabda; “Tidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan meski sebesar biji sawi.”
Tampak tanda-tanda kedamaian di hatinya begitu juga khusu’. Tidak heran jika Rasulullah memberi kesaksian bahwa beliau termasuk penghuni surga. Selama berjuang membela Islam beliau ikut dalam penaklukan Bait al-Muqodas (Palestina). Ketika terjadi perselisihan antara Ali dan Muawwiyah, beliau memilih untuk tidak ikut campur dan menjauh dari tempat perselisihan itu. Selama bergaul dengan Rasulullah, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 25 hadits.
Mengenai wafatnya, menurut al-Imam ad-Dzahaby bahwa para ulama sepakat bahwa beliau wafat pada tahun 43 Hijriah di Madinah.

Ubay bin Ka’ab

Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan gantikan dengan yang lebih baik dari arah yang tidak diketahui

Nama lengkapnya Ubay bin Ka’ab bin Qis bin ‘Ubaid al-Anshory al-Khazrojy. Beliau adalah Sayyid al-Qurr’o (pemimpin para pembaca al-Qur’an). Biasa dipanggil Abu Thufail.
Rasulullah memberikan panggilan Abu Mundzir (bapak pemberi peringatan). Badannya tidak dan pendek. Meski demikian beliau sangat disegani di kalangan para sahabat. Dibesarkan di Madinah. Waktunya digunakan untuk bertadabbur dan berkontemplasi dengan alam. Sehingga jarang nampak dalam kerumunan orang. Lebih memilih untuk menyendiri dan menjauhi keramaian sebagaimana biasa orang lakukan. Untuk tujuan itu beliau dan menulis. Kononnya sebelum Rasulullah diutus, beliau bercibaku dengan kepingan-kepingan tulisan kitab Taurat yang didapat dari orang-orang Yahudi yang tinggal bertetangga. Meski demikian beliau tidak terpengaruh dengan pemikiran Yahudi. Bahkan dari apa yang dibaca tidak menemukan jawaban atas apa yang dipikirkan.
‘Siapa yang membuat gunung dengan segala keindahannya dan dalamnya lautan? Siapa yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan? Siapa yang menjalankan angin? Inilah diantara dan beliau yang menghantui dirinya siang dan malam. Pada suatu malam Allah berikan kelapangan dadannya untuk menerima ajaran Islam. yaitu setelah mendengar kabar tentang kerasulan Muhammad. Beliau pergi ke Sa’ad bin ar-Robi’ untuk bertanya tentang Islam. Sa’ad pun memberikan penjelasan tentang dakwah kepada Allah dengan cara hikmah, nasehat yang baik dll. Setelah mendengar penjelasannya, akhirnya dengan penuh kesadaran beliau masuk Islam. setelah itu beliau pergi menghadap Rasululah dan ikut memberikan sumpah setia (bai’ah) kepada Rasulullah.
Suatu hari Rasulullah bertanya kepadanya, “Wahai Abu Mundzir…?? Manakah ayat dalam kitab Allah yang paling besar..?” Beliau menjawab; “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudina Rasulullah mengulangi tadi; “Wahai Abu Mundzir…?? Manakah ayat dalam kitab Allah yang paling besar..?” Beliau menjawab; “Allah, tidak ada tuhan selain-Nya Dzat yang hidup dan memberi kehidupan.” Setelah itu Rasulullah menepuk dadanya dengan tangannya. Dengan perasaan bahagia Rasul berkata; “Semoga Allah memberikan keberkahan ilmu, wahai Abu Mundzir.”
Pada waktu Rasulullah keluar dari Madinah, beliau lah yang mengantikan menjadi imam sholat. Karena ilmunya yang dalam, Rasulullah mempercayakan beliau untuk mengurusi duta-duta yang dikirim untuk mengajarkan al-Qur’an. Beliau termasuk diantara para penulis al-Qur’an.
Diantara kata-kata hikmah dan petuah beliau;
Dulu (sebelum Rasulullah wafat) kita semua bersama Rasulullah dan wajah-wajah kita sama (pendapat), setelah beliau meninggalkan kita, wajah-wajah kita berbeda-beda ada yang menoleh ke kanan dan ke kiri.”
Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan gantikan dengan yang lebih baik dari arah yang tidak diketahui. Dan barang siapa bakhil terhadap riski Allah niscaya Allah akan ambil darinya dari arah yang tidak diketuhi.”(shafwah as-shafwah 1/198).
Mengenai pribadinya dalam riwayat Abdullah bin Amru disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Ambillah al-Qur’an (belajarlah) dari empat sahabat; Ibn Mas’ud, Salim budak Hudzaifah, Ubay dan Mua’dh bin Jabal.” Di hadits lain, dari Anas diceritakan bahwa pengumpulan al-Qur’an pada masa Rasulullah dilakukan oleh sempat sahabat dari kaum anshor; Ubay bin Ka’ab, Mua’dh bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Abu Zaid Ahad ‘Amumuti.” Umar bin Khottob berkata, “Tuan umat Islam adalah Ubay bin Ka’ab”
Suatu hari Rasulullah bertanya padanya, “Wahai Abu al-Mundzir, kamu tahu ayat apa dari kitab al-Qur’an yang paling besar?” Beliau menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu tentang itu.” Kemudian Rasulullah mengulangi tadi. Beliau menjawab, “Allah, tidak ada tuhan selain-Nya, Dzat yang hidup dan memberi hidup.” Mendengar jawabanna itu Rasulullah menepuk dadanya sembari berkata, “Semoga ilmu memberikan keberkahan padamu.”
Ketika surah al-Bayyinah diturunkan, Rasulullah berkata padanya, “Allah teleh perintahkan aku untuk membacakan ayat ini padamu “ Tidak lah orang-orang kafir itu dari ahli kitab..”
Selama berjuang membela ajaran Islam beliau ditugasi Umar untuk mengumpulkan al-Qur’an. Beliau termasuk sahabat yang dekat dengan Rasulullah dan telah meriwayatkan kurang lebih 164 hadits darinya. Hidupnya didedikasikan untuk mengagungkan al-Qur’an hingga Allah pun angkat derajatnya di dunia. Kelak juga di akherat. Beliau wafat pada tahun21 Hijriah pada masa khalifah Utsman bin Affan.

Abu Hurairah

Ya Allah, saya sangat merindukan perjumpaan denganmu.

Dilahirkan pada tahun 21 sebelum Hijriah. Nama sebanarnya Abdurrahman bin Shakhr Addausi. Pada masa jahiliyah namannya Abdus Syam dan Abu al-Aswad. Kemudian setelah masuk Islam, Rasulullah beri nama Abdullah. Nama panggilannya Abu Hurairah. Kononnya sebab dipanggil Abu Hurairah karena beliau selalu bersahabat, bermain-main, membersihkan dan memberi makan . Berasal dari suku AdDausi.
Beliau adalah seorang ahli , tuannya para penghafal dan . Hidup sebagai . Untuk menopang biaya hidupnya, beliau bekerja di rumah Basrah binti Ghozwan. Setelah dirinya masuk Islam pada tahun 7 Hijriah, beliau menikahi tuannya. Beliau termasuk dari pengikut ‘shoffah’ (mereka adalah orang-orang fakir Madinah dari kaum muhajirin. Jumlah mereka hampir mencapai 400 orang. Kebanyakan mereka tidak punya keluarga dan harta. Kemudian mereka dibuatkan tempat tinggal di dekat masjid Rasulullah. Sejak itulah mereka disebut ‘ahl suffah’).
Suatu hari beliau mengeluh kepada Rasulullah mengenai ibunya karena telah mencela Rasulullah. Beliau meminta kepada Rasulullah untuk mendoakannnya. Permintaan itu dikabulkan Rasulullah. Kemudian Rasulullah berdo’a. Setelah beberapa lama akhirnya ibunya masuk Islam.
Dikalangan para beliau sangat cepat menghafal, ingatannya kuat, tidak bisa menulis. Dalam kesehariannya digunakan untuk mendengar dari Rasulullah.
Pada masa kholifah Umar beliau ditugaskan untuk menjadi wali di Bahrain. Setelah itu beliau lepaskan jabatan itu setelah Umar melihat bahwa beliau sibuk beribadah. Tapi akhirnya beliau diangkat lagi. Hanya saja kali ini beliau menolak tawaran itu.
Suatu hari beliau ditanya (diuji) oleh Marwan bin al-Hakam mengenai kebohongan yang dialamatkan kepada Rasulullah yang berasal dari riwayatnya. Beliau diundang ke istana untuk didengarkan tentang hafalan haditsnya sementara penulis Marwam menulisnya. Beliau pun membacakan semua haditsnya. Setelah setahun, beliau diundang lagi ke istana. Ternyata semua yang diucapkanya tidak ada yang salah.
Mengenai pribadinya imam Bukhori berkata, “Lebih dari 800 orang dari dan tabiin yang meriwayatkan dari Abu Hurairah.” Diantara yang meriwayatkan dari beliau; Ibn Abbas, Ibn Amr, Anas, Jabir dll. Selama berjuang bersama Rasulullah beliau telah meriwayatkan kurang lebih 5374 . Diantara riwayatnya itu, Rasulullah bersabda, “Iman itu mempunya 63 lebih cabangnya. Dan malu adalah diantara cabang iman itu.”(HR.Bukhori).
Meskipun beliau bersahabat dengan Rasulullah hanya empat tahun, hanya saja beliau sabahat yang paling banyak meriwayatkan . Diantara sebabnya adalah bahwa Abu Hurairah
Setelah menjalani hidupnya penuh dengan pengorbanan, perjuangan dan dakwah kepada ajaran Islam, akhirnya pada tahun 59 Hijriah beliau jatuh sakit. Diceitakan dari al-Muqbir bahwa Marwan menjenguk beliau waktu sakit. Marwan berdo’a, “Semoga Allah memberikan kesembuhan padamu, wahai Abu Hurairah.”
Sebelum wafatnya beliau berdo’a, “Ya Allah, saya sangat merindukan perjumpaan denganmu. Maka rindukan perjumpaanku dengan-Mu.” Pada tahun yang sama beliau wafat di Madinah dan dikuburkan di kuburan Baqi’.

Anas bin Malik

Saya belum pernah melihat orang yang menyerupai sholatnya Rasulullah kecuali Ibn Umm Salim
Beliau lahir di Yatsrib (Madinah) 8 tahun sebelum Hijriah. Nama lengkapnya Anas bin Malik bin an-Nadhar bin Dhomdhom al-Anshory al-Khazrojy. Biasa dipanggil Abu Hamzah, digelari ‘Khodim ar-Rasul’(Pembantu Rasul). Beliau seorang , muqri (pembaca), ahli dan pembantu Rasul.
Ibunya, Ummu Salim, masuk Islam sementara ayahnya masih berpegang kepada agama dulu. Pendapat lain mengatakan bahwa ibunya bernama Ghumaisho. Ada juga yang mengatakan Rumaisho. Meskipun masih kecil, ibunya sudah mengajarkan dua kalimah syahadat. Ayahnya, Malik, meminta kepada istrinya agar meninggalkan agama barunya. Hanya saja istri menolak. Suatu hari ayahnya keluar rumah sambil marah-marah. Di jalan ayahnya ketemu dengan musuhnya. Ayahnya terbunuh, sejak itu beliau hidup menjadi yatim.
Pada waktu berumur 10 tahun ibunya mendorong agar beliau mengabdi pada Rasulullah. Ibunya berkata, “Ini anakku pandai menulis.” Rasulullah pun menerima permohonan ibunya. Rasulullah berdo’a, “Ya Allah berikan dia harta dan anak yang banyak. Dan Beri keberkahan yang saya berikan padanya.”(HR.Bukhori Muslim).
Beliau pernah berkata, “Saya mengabdi kepada Rasulullah selama sepuluh tahun. Beliau tidak pernah berkata ‘uff’ , tidak pernah mencela apa yang dibuat dan tidak pernah marah.” Beliau bercerita, “Suatu hari Rasulullah menyuruhku untuk suatu keperluan. Saya pun keluar rumah. Dan jalan berjumpa dengan anak-anak sedang bermain. Saya pun ikut bermain bersama mereka. Saya malah tidak memenuhi perintahnya. Selesai bermain dengan mereka, tiba-tiba saya merasa ada orang berdiri dibelakang saya. Setelah saya menoleh, ternyata Rasulullah sambil memagang bajuku. Sambil tersenyum Rasulullah berkata, “Wahai Anas, Apakah kamu sudah kerjakan perintahku?” Saya merasa bersalah. Saya pun menjawab, “Baiklah, saya pergi sekarang.”
Mengenai pribadinya Abu Hurairah berkata, “Saya belum pernah melihat orang yang menyerupai sholatnya Rasulullah kecuali Ibn Umm Salim (maksudnya Anas).” Allah berikan karuni kepadanya berupa panjang umur. Mengenai panjang umurnya itu beliau berkata, “Tidak ada orang yang tersisa (dari sahabat) yang dapat sholat di masjid Qiblatain (dua qiblat) kecuali saya.” Begitu juga beliau dikaruni keturunan banyak sebagaimana Rasulullah do’akan padanya. Semua anaknya hampir mencapai seratus.
Kalau mengkhatamkan al-Qur’an, beliau mengumpulkan istri dan anaknya kemudian beliau berdo’a. setelah wafatnya Rasulullah, beliau pergi Damaskus. Dari Damaskus beliau pindah ke Basrah.
Dari al-Mutsna bin Sa’id diceritakan, ia mendengar bahwa Anas selalu berkata, “Hampir setiap malam aku mimpi Rasulullah. Setelah itu beliau menangis.” Selama bersahabat dengan Rasulullah beliau telah meriwayatkan kurang lebih 2287 . Diantara riwayat haditsnya, dari Rasulullah beliau bersabda; “Tidak beriman seseorang dari kalian hingga cinta kepada saudaranya sebagaimana mencintai dirinya.”(HR.Bukhori). “Rasulullah adalah orang yang paling baik akhlaknya, penyabar dan pemaah” begitu kata beliau mengenai pribadi Rasulullah.
Dari sekian sahabat Rasulullah, beliaulah yang paling terakhir wafatnya. Kurang lebih sepuluh tahun beliau bergaul, bersahabat dan bersenda gurau dengan Rasulullah. Meskipun tidak lama, sejak kecil beliau sudah merindukan kedatangan Rasulullah. Sehingga hari-harinya banyak digunakan untuk bertanya tentang ajaran Islam. tidak heran beliau termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan .
Setelah menjalani hidupnya hampir satu abad, beliau wafat pada tahun 91 Hijriah, berumur 99 tahun. Pada waktu beliau sakit, beliau berpesan kepada keluarganya, “Ajarkan/talkin aku kalimat “La ilahaillallah. Muhammadurrasullah.” Beliau pun mengucap kalimat itu hingga ajal menjemputnya. Pada waktu dimandikan, Muhammad bin Sirrin, seorang tabi’in, yang memandikannya.

Hassan bin Tsabit

Nama lengkapanya Hassan bin Tsabit bin al-Mundzir al-Hazrojy al-Anshory. Nama panggilannya Abul Walid. Di kalangan sahabat para sahabat digelari ‘Syair Rasulullah’(Penyairnya Rasul). Menjalani hidup di masa jahiliyah kurang lebih enam puluh tahun, begitu juga ketika dirinya masuk Islam menjali hidupnya kurang lebih enam puluh tahun. Berarti beliau dikarunia umur panjang.
Beliau termasuk sahabat yang mempunyai kemampuan dalam bersyair. Maklum saja kaumnya dikenal sebagai kaum yang punya citra rasa syair yang bagus. Maka tidak mengherankan jika kemudian dirinya mempunyai bakat itu. Beliau hidup di dua masa yang sungguh sangat berbeda; masa jahiliyah dan masa Islam.
Syair tidaklah semuanya baik. Syair juga ada yang buruk. Yaitu syair yang berlebih-lebihan dan memberikan pujian yang tidak sewajarnya. Apalagi memutar balik fakta yang sesunguhnya. Jelas ini sangat dibenci Alllah. Firman Allah, “Dan para penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu lihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah dan mereka suka mengatan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan”(QS.as-Syu’ara:224-226)
Hanya saja Allah memberikan pengecualian kepada penyair yang memang berbicara atas dasar kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dia lah penyair yang hatinya tunduk dan takut akan perintah Allah. Firman Allah;”kecuali (para penyair itu) adalah orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan banyak menyebut nama Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali/menghuni”(QS.as-Syu’ara;227)
Rasulullah memberikan dukungan dan pembelaan kepada syair-syairnya. Bahkan malaikat Jibril pun demikia. Rasulullah bersabda, “Berikan pujian pada mereka kelak malaikat Jibril bersamamu (Hassan bin Tsabit)”(HR.Bukhori). di hadits lain disebutkan dari ‘Aisyah ra Rasulullah berkata kepada Hassan, “Ruh Qudus akan tetap mendukung dan melindungimu selama kamu memuji Allah dan Rasul-Nya.” Hadits lain dari ‘Aisyah ra menyebutkan bahwa suatu masa Rasulullah mempersilahkan Hassan berdiri di mimbar masjid untuk membaca syair pujian kepada Rasul”(HR.Turmudhi).
Beliau menikah dengan Sirrin, saudara Mariah al-Qibtiah (istri Rasulullah). Pada waktu raja Muqoukis memberikan dua wanita muda kepada Rasululah yaitu Mariah dan Sirrin, Rasulullah hadiahkan Sirrin kepada beliau. Akhirnya dinikahinya. Dari pernikahannya dengan Sirrin, lahir Abdurrahman. Jadi Ibrahim bin Rasulullah itu adalah saudaranya.
Diantara syair pujian kepada Rasulullah;
“Meski dahinya ditampakkan di kegelapan malam, dahinya memancarkan cahaya seperti lampu malam yang dinyalakan”
“aku berikan pujian kepada Muhammad, maka ganjaran yang ku dapat darinya dan Allah.”
Banyak tuduhan yang dialamatkan kepada beliau. Diantaranya bahwa beliau tidak punya keberanian. Hanya saja para sejarawan mengatakan jika tuduhan itu bener kenapa penyair-penyair musyrik Arab tetap memberikan pujian pada syairnya.
Sebelum wafatnya beliau buta. Akhirnya beliau wafat pada tahun 54 Hijriah di Madinah.

Salman al Farisy

Nama sebenarnyam Mabih bin Budukhsyan bin Musalan bin Bahwabudhan bin Fairuz bin Sahrak al-Ashfahani. Nama panggilannya Abu Abdullah. Dan gelarnya Salman al-Khoir ‘Salman yang baik’. Beliau lebih dikenal dengan nama Salman al-Farisi (mungkin lebih mudah karena berasal dari Persia). Tanah kelahirannya kampong Ji, kota Asfahan, negeri Persia.

Menurut al-Hafidh Abu al-Qosim ibn Asakir disebutkan bahwa nama beliau Salman bin al-Islam, ayah dari Abdullah al-Farisy. Mengenai masa kecilnya beliau bercerita, “Waktu itu saya seorang pemuda Persia dari kampung Asbahan atau Asfahan (kampung ini berada antara kota Tehran dan Saeroz. Berada di tengah-tengah Iran). Kampungku bernama Jayyan dan ayahku seorang kepala kampung. Orang paling kaya dan terpandang di kampungku. Sejak kecil saya sangat tertarik dengan ciptaan Allah.
Keluarga saya penganut Majusi yaitu agama yang menyembah api dan matahari yang berkembang di Persia. Ayahku mempunyai pekarangan luas yang ditumbuhi tanaman. Jadi kesibukanku menjaga dan merawat pekarangan tu. Dunia luar tidak banyak yang aku ketahui sebab orang tuaku sangat strik dan keras.
Suatu hari beliau berjalan-jalan melewati sebuah gereja umat Kristiani. Beliau sangat kaget dan kagum dengan cara ibadah mereka. Akhirnya beliau beriman kepada ajaran Kriten. Ayahnya marah hingga kemudian beliau ditahan. Tapi beliau bisa lepas dari tahanan ayahnya. Suatu hari beliau berjalan-jalan disuatu tempat. Beliau terjumpa dengan sekumpulan orang-orang Kristen. Kemudian beliau ikut pergi ke Syam bersama mereka. Sesampai disana beliau menginap di rumah seorang uskup. Uskup itu ternyata buruk perangainya dan pendusta. Uskup itu kerjanya mengumpulkan uang sedekah (hadiah ampunan dosa) untuk dirinya sendiri. Padahal uang sedekah itu harus diberikan kepada fakir miskin. Peristiwa ini dilaporkan kepada masyarakat. Setelah itu beliau tinggalkan uskup. Kemudian pindah ke uskup lain. Tak lama beliau bertemu uskup lain. Perangainya bagus. Beliau pun singgah di rumahnya untuk belajar banyak tentang agama itu. Ketika ajal mau menjemputnya, Salman diberitahu bahwa dia bukan orang yang dicari. Bahwa orang yang dicari itu ada di Mosul. Beliau pun menuju ke Mosul untuk menjumpai laki-laki yang dikehendakinya. Beliau pun berjumpa dengan uskup yang diberitahu itu. Beliau merasa senang berguru padanya. Tak lama kemudian laki-laki itu meninggal. Sebelum wafatnya beliau diberitahu bahwa nanti akan datang seorang nabi yang diutus ke bumi ini. Dan dipesan supaya ikut ajaran nabi terakhir itu. Ciri-cirinya nabi itu akan berhijrah ke bumi yang mempunyai kurma. Ciri-ciri nabi itu; tidak memakan harta sedekah dan menerima hadiah. Di antara kedua tapak tanggannya terdapat cincin kenabian. Beberapa kaum dari Arab akan melewati dirinya. Mereka bertakata; “Sesungguhnya bumi yang paling yang jernih ada pada mereka.” Salman meminta kepada mereka untuk membawa ke bumi itu dan akan memberikan sapi dan kambingnya. Mereka pun setuju. Ketika sampai di lembah al-Quro, mereka menjual Salman kepada seorang yahudi dari Bani Quraidhoh. Suatu hari dirinya mendengar kabar munculnya nabi yang ditunggu-tunggu dan akan berhijrah ke tempat ini (Madinah). Kabar ini didengar dari percakan orang yahudi yang membeli dirinya dengan laki-laki lain.
Pada suatu malam beliau datang kepada Rasulullah. Kemudian beliau memberi makanan untuk Rasulullah. “Makanan ini sedekah” kata beliau. Rasulullah pun tidak memakan sedekah tapi para sahabat yang memakannya. Kemudian datanglah dengan makan lain.”Makanan ini hadiah” kata beliau. Rasulullah pun makan sekedarnya saja, sementara sisanya dimakan para sahabat. Suatu hari beliau melihat cincin kenabian diantara kedua punggung Rasulullah. Beliau merasa yakin bahwa dia lah Rasulullah akhir zaman sebagaimana diceritakan oleh orang nasrani. Semua ciri-ciri dan sifat ada pada dia; tidak memakan sedekah, menerima hadiah dan diantara punggungnya ada cincin kenabian. Akhirnya dengan bimbingan hidayah Allah, beliau berikrar masuk Islam. Setelah itu beliau datang kepada Rasulullah untuk menceritakan kisah petualangan spritualnya.
Beliau tidak ikut dalam perang Badr dan Uhud karena terhalang oleh perbudakan. Waktu itu beliau adalah budak kepada orang Yahudi. Rasulullah pernah menasehakan kepadanya agar berjanji untuk membebaskan tuannya. Dengan bantuan para sahabat yang lain akhirnya beliau dapat membebaskan tuannya.
Untuk menjalin keakraban diantara para sahabat, Rasulullah memperkenalkan dirinya dengan Abu Darda. Beliau dikenal sebagai orang yang banyak akal dan ahli strategi perang. Pada waktu terjadi perang Khandak (parit) beliau lah yang memberi usulan untuk mengali parit. Ide ini di dapat ketika dirinya melihat peperangan yang terjadi di Persia. Idenya itu membuat kaget dan kagum bangsa Arab sebab belum pernah terjadi hal semacam itu sebelumnya. Idenya itu berhasil. Pujian datang dari para sahabat. Kaum Muhajirin berkata, “Salman adalah dari Kami.” Kaum Anshor pun berkata, “Salman adalah dari kami.” Setelah itu Rasululah memanggil mereka semua sembari berkata, “Salman adalah dari ahli bait kami.”
Mengenai pribadinya Rasulullah bersabda, “Surga itu merindukan tiga orang; Ali, Ammar dan Salman.” Suatu ketika Ali bin Abi Tholib berkata padanya, “Siapa diantara kalian yang seperi Lukman al-Hakim?Diberi ilmu yang awal (agama samawi yang lainnya) dan ilmu yang akhir (Islam). Membaca kitab yang pertama dan kitab yang terakhir. Beliaulah seorang alim yang ilmunya bagaikan laut yang tidak pernah kering.” Dari Qotadah disebutkan bahwa Firman Allah yang berbunyi; Dan orang yang mempunyai ilmu tentang kitab suci…” dimaksudkan adalah Salman dan Abdullah bin Salam.”(lihat tafsir at-Thobary).
Abu Darda, kawan dekatnya, adalah sahabat yang ahli ibadah. Suatu kali beliau melihatnya enggan untuk mendatangi istrinya dan sibuk dengan puasa dan sholat malam, Salman pun berkata, “Sesungguhnya matamu punya hak, dan juga istrimu punya hak. Silahlan kamu berpuasa, berbuka, mengerjakan sholat dan tidur.” Kemudian setelah itu beliau memberitahu Rasulullah akan hal itu. Rasulullah berkata, “Sungguh Salman seorang yang banyak ilmu.”
Pada waktu beliau menjadi amir/penguasa di Madain, beliau berjumpa dengan seorang laki-laki yang datang dari Syam. Laki-laki membawa kurma dan buah tin. Laki-laki itu menyuruh beliau untuk membawa kurma dan buah tin itu ke rumah penguasa. Laki-laki itu mengira bahwa dia adalah seorang porter/tukang bawa barang. Beliau waktu itu memang berpakian dan tidak nampak sebagai seorang penguasa. Beliau pun tidak keberatan menjalankan perintahnya. Kurma dan buah tin itu dibawanya. Sesampainya di rumahnya, laki-laki itu baru tahu kalau yang disuruh tadi adalah Salman al-Farisi, penguasa Madain. Akhirnya laki-laki itu minta maaf. Hanya saja Salman dengan tawadhuknya, membawa barang-barang itu sampai ke dalam. Selama menjabat sebagai penguasa gajih beiau kurang lebih 5000 dirham yang diambil dari Bait al-Mal. Setiap kali mengambil gajih itu beliau sedekahkan.
Selama berjuan menegakkan ajaran Islam bersama Rasulullah, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 60 hadits. Setelah melakukan petualangan mencari kebenaraan dan menemukannya dalam ajaran Islam, akhirnya ajal pun tiba. Tahun 35 Hijriah beliau menghembuskan nafas terakhir di Madain masa khilafah Utsman bin ‘Affan. Waktu beliau sakit Sa’ad bin Abu Waqos menjenguknya. Tiba-tiba beliau menangis tersedu-sedu. Sa’ad bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Beliau menjawab, “Bahwa Rasulullah pernah berpesan hendaklah nasib dan urusan dunia kalian seperti bekal orang yang hendak pergi.” Adapun kamu wahai Sa’ad, hendaklah bertakwa kepada Allah jika kamu menghukumi, bersumpah dan berkeinginan.”
Mengenai umurnya para ahli sejarah masih berselisih pendapat. Satu pendapat mengatakan beliau berumur 300 tahun. Pendapat lain mengatakan 250 tahun. Ada juga mengatakan 70 tahun lebih.

Abdullah bin Umar

Periwayatan paling banyak berikutnya sesudah Abu Hurairah adalah Abdullah bin Umar. Ia meriwayatkan 2.630 hadits.
Abdullah adalah putra ke dua Umar bin al-Khaththab saudarah kandung Sayiyidah Hafshah Ummul Mukminin. Ia salahseorang diantara orang-orang yang bernama Abdullah (Al-Abadillah al-Arba’ah) yang terkenal sebagai pemberi fatwa. Tiga orang lain ialah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Amr bin al-Ash dan Abdullah bin az-Zubair.
Ibnu Umar dilahirkan tidak lama setelah Nabi diutus Umurnya 10 tahun ketika ikut masuk bersama ayahnya. Kemudian mendahului ayahnya ia hijrah ke Madinah. Pada saat ia masih terlalu kecil untuk ikut perang. Dan tidak mengizinkannya. Tetapi setelah selesai ia banyak mengikuti , seperti perang Qadisiyah, Yarmuk, Penaklukan Afrika, Mesir dan Persia, serta penyerbuan basrah dan Madain.
Az-Zuhri tidak pernah meninggalkan pendapat Ibnu Umar untuk beralih kepada pendapat orang lain. Imam Malik
dan az-Zuhri berkata:” Sungguh, tak ada satupun dari urusan Rasulullah dan para sahabatnya yang tersembunyi bagi Ibnu Umar”. Ia meriwayatkan hadits dari , Umar, Utsman, Sayyidah Aisyah, saudari kandungnya Hafshah dan Abdullah bin Mas’ud. Yang meriwayatkan dari Ibnu Umar banyak sekali, diantaranya Sa’id bin al-Musayyab, al Hasan al Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, Ibnu Sirin, Nafi’, Mujahid, Thawus dan Ikrimah.
Ia wafat pada tahun 73 H. ada yang mengatakan bahwa Al-Hajjaj menyusupkan seorang kerumahnya yang lalu membunuhnya. Dikatakan mula mula diracun kemudian di tombak dan di rejam. Pendapat lain mengatakan bahwa ibnu Umar meninggal secara wajar.
Sanad paling shahih yang bersumber dari ibnu Umar adalah yang disebut Silsilah adz- Dzahab (silsilah emas), yaitu Malik, dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar. Sedang yang paling Dlaif : Muhammad bin Abdullah bin al-Qasim dari bapaknya, dari kakeknya, dari ibnu Umar.

Disalin dari Biografi Ibnu Umar dalam Al-Ishabah no.4825 dan Tahdzib al-Asma’ 1/278, Thabaqat Ibn Sa’ad 4/105